Tampilkan postingan dengan label Cuap-cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuap-cuap. Tampilkan semua postingan

20161208

Simpan Masalahmu Sendiri



 
Sumber gambar : watchmerock.wordpress.com

Simpan Masalahmu Sendiri

Perlu gak sih orang lain tahu masalah kita? Mau tahu jawabannya? Tidak.

Tapi kan aku perlu curhat, aku perlu orang lain mendengarkan ceritaku, aku perlu membagi masalah ini—dan perlu-perlu yang lainnya; ya udah curhat saja, tapi dengarkan ini. “Nobody cares” (tuh sudah ku bold, pake underline pula)

Tidak akan ada yang peduli dengan masalah yang kamu alami sekarang ini, mau separah apa, semenyakitkan apa, sengenes apapun. Eh ada sih yang peduli—pura-pura peduli tepatnya.

Pernah dengar hal ini tidak, ‘saat kau menceritakan masalahmu, sebagian orang tidak peduli, sebagian lagi senang kau mengalaminya

Yang terakhir parah banget ya? Tapi emang gitu kan, banyak orang yang bahagia saat orang lain menderita. Banyak yang merasa senang saat orang lain kesusahan. Pernah lihat orang yang cuma mandangin orang yang kecelakaan? Nolongin enggak, nelpon ambulans enggak juga. Lalu ngapain mereka bengong disana? Mereka sedang menikmatinya! Orang-orang menikmati kemalangan yang menimpa orang lain. Mereka merasa itu hiburan. Gila? Di dunia ini semua orang gila, hanya kadar kegilaanya saja yang berbeda.

Menjadi Hera

Sumber gambar : greekmythology.com

Menjadi Hera

Bagi sebagian orang yang mengenal mitologi Yunani kuno, nama Hera—sang dewi pasangan dewa segala dewa, Zeus—tidaklah asing lagi. Terkenal sebagai wanita pendendam, membenci manusia, dan lain sebagainya.

Tapi dipikir-pikir lagi, kenapa dia membenci manusia? Entah kenapa satu hal langsung mencuat dalam pikiranku, bukankah karena manusia telah merebut Zeus dari sisinya? Siapa yang tidak tahu betapa banyaknya pasangan Zeus di luar sana. Mereka-mereka itu entah dengan bagaimana membuat Zeus berpaling dari Hera. Siapa yang tidak akan kesal jika pasangannya direbut? Apa ada yang bisa berlapang dada saat hal itu terjadi? Jika ada, tanyakan padanya apakah dia benar-benar menyukai pasangannya?

Apakah Hera menyukai Zeus? Entahlah. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana perasaannya terhadap pria petir itu. Tapi satu hal yang mengangguku—entah dimana aku membaca hal ini—Hera terpaksa bersama Zeus. Kuulangi, terpaksa.

Coba bayangkan, ada seorang pria yang menginginkanmu dan kau tidak menyukainya. Dia memaksamu, menjadikanmu pasangannya. Lalu setelah itu dia berbahagia ria mencari orang lain, bermain cinta dengan orang lain. Gila! Siapa yang tidak akan marah? Siapa yang hatinya tak terluka? Membenci saja tidak cukup!

Wanita tidaklah jahat. Tapi jika keadaan memaksa, dia bisa lebih jahat dari sejahat-jahatnya orang jahat.

20161207

Perubahan Fisik (mengapa) menjadi Menyebalkan



 
sumber gambar : adlemonade.com

 Perubahan Fisik (mengapa) menjadi Menyebalkan

Ini bukan terkait fisik manusia, ini hanya perubahan bentuk sesuatu menjadi hal yang lain.

Aku punya akun di dunia jingga, ada satu kisah yang baru aku ikuti. Awalnya tertarik karena sinopsisnya yang ‘cukup beda’. Lalu aku mulai membacanya, biasanya ada beberapa tulisan yang setelah kubaca lima sampai enam paragraf langsung bikin mual—aku punya standar aneh tentang bacaan—tapi yang satu ini masih mengalir, aku tidak masalah membaca lanjutan-lanjutannya.

Kemudian ternyata cerita ini akan dibukukan, alias mendapat wujud fisik, dituangkan ke dalam lembaran kertas—akan kusebut buku EN. Awalnya aku excited, apalagi setelah melihat harganya yang cukup lumayan untuk ukuran kantongku—harga yang gak bikin dompet demo. Tapi aku menjadi sedikit down¸ setelah membaca sinopsis dari buku EN ini.

Entahlah, tapi rasanya sedikit tidak terima, di cerita EN itu awalnya hanya ada tokoh (A,B,C,D) tapi di sinopsis buku EN kemudian nongol satu nama si Z yang entah siapa. Kaget sih, siapa dia kok tetiba nongol gitu. Tapi aku masih bisa menekan rasa ‘gak suka’ ku—kupikir ya wajar aja, setelah diterbitin bakalan direvisi sana sini. Jadi kuputuskan buat mencari toko buku online untuk beli.

Karena aku tipe orang yang lihat harga  suatu produk di beberapa tempat untuk perbandingan baru kemudian memutuskan untuk membelinya; hal itu juga berlaku ke buku EN itu. Awal lihat di toko buku online F harganya XXX, lalu cari ketoko buku online G—dan harganya di diskon! Iseng-iseng aku kemudian bandingin ke penerbitnya—yang punya situs online juga—awalnya ke situs itu buat ngebandingin harganya, tapi aku malah dikagetkan oleh sesuatu.

Di toko buku online lain yang menjual buku EN itu mereka mencantumkan sinopsis hanya sampai kemunculan si Z itu; tapi di penerbitnya mereka menuliskan lanjutannya. Dan lanjutannya itu yang membuatku membatalkan niat untuk membelinya!

Jadi gini, awalnya aku bilang aku membaca cerita EN itu karena sinopsisnya yang ‘cukup beda’ dari cerita menjamur lainnya. Tapi sinopsis di buku EN versi cetak itu benar-benar deh, aku gak tahu harus pakai kata apa—terlalu mainstream—dan cukup mengecewakanku. Awalnya di cerita EN itu terjadi karena si tokoh utama ‘penasaran’ dan cerita bermula dari sana. Sedangkan di bukunya, si tokoh utama ‘ditantang’ oleh tokoh Z dan terjadilah cerita itu. Entahlah aku cukup lelah dengan konsep tantangan seperti itu, apa tidak bisa cerita bermula cuma karena si tokoh utama terlalu kepo?

Ngomong-ngomong tentang kepo, ada satu cerita di situs-hijau-bergambar yang konsep ceritanya di pemeran utama itu kepo sama seseorang sampai-sampai nanyain langsung sama orangnya; kemudian kejadiannya berlanjut semakin rumit karena rasa penasaran si tokoh utama. Meski gambarnya tidak masuk standar ‘oke’ tapi ceritanya yang oke, membuat aku masih membaca cerita itu.

Kembali ke buku EN itu, setelah aku membaca bahwa si tokoh utama ditantangin sama si Z dan bla bla bla—aku langsung tutup tab—oke bye aku gak jadi beli.

Aku mungkin sedikit menyebalkan karena tidak terima dengan perubahan yang terjadi pada cerita EN itu, tapi rasanya kalau perubahannya sampai segitunya—dan jatuhnya jadi merusak rasa sukaku—aku mungkin lebih memilih tidak mengikuti perubahan itu. Aku suka ceritanya, gaya berceritanya si penulis, tapi aku gak suka perubahan yang dilakukannya pada cerita. Jadi aku ucapkan selamat tinggal! Xiao!

Mengapa Mereka Lebih Kuat?

sumber gambar : www.t-nation.com


Mengapa Mereka Lebih Kuat?

Kenapa sih pria/cowo/laki-laki-apapun-itu-sebutannya (biasanya) lebih kuat dari perempuan? 

Pertanyaan itu langsung muncul di kepalaku pagi ini; setelah dengan memalukannya aku ditolongin sama cowo—yang kira-kira seumuran anak sekolahan—dia dengan gampangnya ngelakuin itu, sedangkan aku sekuat tenaga dan super kepayahan melakukannya dan tidak berhasil.

Kenapa ada hal yang meski dengan sekuat tenaga aku coba untuk meraihnya tapi tidak pernah berhasil? Dan dengan tidak adilnya laki-laki bisa melakukannya? Kenapa mereka bisa melakukan banyak hal, dan aku hanya berkutat pada hal-hal tertentu?

Bukankah itu tidak adil?

Ah aku lupa, dunia ini adil, karena semua mendapatkan ketidakadilan.

20140519

My Think : Cantik


Cantik.



Cantik itu apa? Menurutku cantik itu tidak jelek. Hanya itu. Jika kau minta aku untuk membuat pengertian yang lebih panjang aku tidak akan melakukannya. Cantik itu hal yang sederhana, kenapa kau harus bersusah-susah mencoba mempersulit hal yang mudah? Cantik itu ya tidak jelek.

Tapi ada kok orang yang cantik hatinya! Oh ya? Sekarang menurutmu apa yang membuat sesuatu bisa disebut cantik? Karena kau melihatnya, kan? Sesederhana itu kawan. Sesuatu bisa kau nilai karena kau bisa merasakannya atau melihatnya ataupun mendengarnya. Nah, bagaimana kau bisa mengatakan kalau seseorang itu cantik hatinya? Bukankah hati itu salah satu organ di dalam tubuh manusia? Lalu bagaimana kau bisa melihatnya –hingga bisa mengatakan hatinya cantik?— Bukan hati itu yang ku maksud! Lalu hati yang mana? Oh, maksudmu sesuatu yang abstrak yang selalu orang-orang sebut tapi mereka sendiri tidak mengerti dengan benar apa yang mereka sebut dengan hati itu?

Baiklah jika kau bermaksud hati itu adalah hati yang abstrak itu, bukankah lebih mudah mengatakan kalau orang itu –bukan cantik hatinya—tapi dia orang yang baik hati. Lucu sekali mendengar ada kata ‘cantik hatinya’, lalu nanti ada lagi yang namanya ‘ganteng hatinya’ gitu?
Nah ngomong-ngomong tentang cantik, sebenarnya banyak loh cewek cantik di luar sana. Tapi sayang, cewek cantik yang benar-benar cantik jumlahnya sedikit. Apapula itu cewe cantik yang benar-benar cantik? -__-

Cewek cantik yang benar-benar cantik itu yang kalau ngomong masih tetap cantik. Soalnya aku sudah sering liat cewek cantik tapi pas dia ngomong, astaga! Busuk!

Busuk?

Ya busuk, pas liat ya okelah wajahnya cantik, tapi pas dia ngomong, kata-katanya benar-benar mengerikan. Seperti tidak pernah diajari sopan santun, menggunakan kata-kata kasar, kata-kata makian, kata-kata cacian, bahkan menyebutkan nama-nama penghuni kebun binatang dan mengajukannya kepada orang lain. Yah bahasa gampangnya mulutnya penuh dengan kata-kata busuk. Nah cewek macam ini nih yang cantiknya percuma. Meskipun cantik, memangnya mau jalan sama cewek yang kalau buka mulut langsung kayak cewek zaman purba plus barbar?

Nah kalau cewek cantik yang benar-benar cantik itu saat ngomong masih tetap cantik, kata-kata yang dipilihnya bagus, punya sopan santun, tata krama, dan saat marahpun masih cantik, bahasa lainnya sih marah dengan anggun. Cewek cantik yang bisa menjaga dirinya agar tidak menjadi busuk adalah cewek cantik yang benar-benar cantik.

Lalu kau masuk tipe yang mana?
Aku? Aku yakin aku bukan tipe gadis cantik, hahahha. Aku bahkan jarang sekali melihat pantulan wajahku di cermin. Kadang aku melihat cermin hanya untuk memastikan wajahku apakah masih terlihat seperti manusia normal lainnya.

Kalau bukan tipe gadis cantik, itu artinya kau jelek?

Jelek? Yah bisa iya dan bisa tidak. Iya, karena aku yakin wajahku masih belum pantas dikatakan cantik untuk standar manusia normal. Tidak, karena aku tidak merasa wajahku semengerikan itu sampai-sampai harus disebut jelek. Kau tahu, selera orang itu berbeda-beda. Jadi bisa jadi ada sesosok manusia yang akan mengatakan dengan lantang bahwa aku adalah gadis tercantik yang pernah dilihatnya, hahahaha #gelindingan#

Kau tidak serius menanggapi pertanyaanku!

Aku ini adalah jenis orang yang serius dan bercanda dalam satu saat, yah kadang aku tidak bisa terlalu lama dalam mode serius. Tapi tenang saja, apapun yang aku katakan semuanya itu adalah apa yang benar-benar ada di kepalaku. Aku tidak akan mengarang-ngarang kalimat agar orang-orang menyukaiku –karena aku mengatakan apa yang mereka sukai—tapi aku akan mengatakan apa yang aku rasakan, aku pikirkan dan aku lihat tanpa membumbuinya dengan sesuatu yang lain. Aku ini orang yang jujur loh, yohohoho.

Astaga pembicaraan kita nampaknya mulai melenceng. Oke sudah dulu ya. Baibai >_<